KESEDERHANAAN HIDUP

KEBAHAGIAAN DALAM KESEDERHANAAN HIDUP

Hidup sederhana (simple life) sebetulnya merupakan bagian dari esansi kehidupan anak manusia yang ingin menggapai kebahagiaan. Sederhana disini berarti sedang, tidak berlebih-lebihan atau bisa diartikan bersahaja. Dan kesederhanaan merupakan sikap hidup mulia. Yang memuat sifat qana’ah.ikhlas, sikap sabar, realistis dan sebagainya. Maka dengan demikian, hidup yang sederhana adalah hidup yang jauh dari gaya hidup yang glamour, mewah, boros atau sejenisnya.

Berikut beberapa hal yang hendaknya diperhatikan agar sikap hidup sederhana seperti Rasullulah SAW dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama: bersikap qana’ah

Hidup sederhana adalah hidupnya orang yang qana’ah. Qana’ah artinya ridha(senang) dengan sedikitnya pemberian dari Allah. Orang yang mempunyai sifat qana’ah adalah  orang yang menerima apa saja yang telah di anugerahkan allah kepadanya. Ia tidak akan tergiur dan sakit hati bila orang lain menerima nikmat yang melebihi apa yang ada pada nya.

Kedua: bersifat tawadhu’

Hidup sederhana adalah hidup nya orang yang tawadhu’(rendah hati). Orang yang rendahhati jauh dari sifat membeda-bedakan golongan ,status social, ataupun berbagai bentuk atribut lainnya. Karena ia menyadari bahwa betapa pun besarnya dia, masih terdapat kekurangannya. Ia mau mengakui kelebihan orang lain. Jauh dari sifat gila hormat, ambisi pangkat/jabatan serta sifat-sifat rendah lainnya.

Mereka tidak mau menonjol-nonjolkan diri dalam pergaulan (dalam arti negatif). Sekalipun ia mempunyai kelebihan atau kemampuan. Karena ia tahu bagaimana harus menghargai dan menghormati orang lain.

Ketiga: bersabar

Hidup sederhana adalah hidupnya orang yang sabar. Hamper bisa dipastikan bahwa semua org pernah merasa susah, sedih dan kecewa. Baik ringan ataupun berat. Baik dalam urusan pribadi atau dengan orang lain, adalah orang-orang yang mau bersabar.

Maka menghadapi problematika kehidupan ini hendaknya dengan penuh kesabaran. Tak akan pernah ada kebahagian tanpa perjuangan, dan tak ada perjuangan tanpa kesabaran. Oleh sebab itu, jaln terbaik untuk keluar dari sesuatu kesulitan, bukanlah lari atau menghindar dari kesulitan, akan tetapi menghadapi dan mengatasinya secara bijak, tenang dan tawakal.

Keempat : berprasangka baik

Karena kejengkelan atau prasangka buruk apapun tidak akan mengubah keadaan atau menyelesaikan masalah, bahkan menambah serentetan kekecewaan. Berburuk sangka itu lebih bersifat subyektif, sedangkan kewaspadaan(secara obyektif) pada saatnya memang diperlukan dengan di dasari suatu alasan yang logis, kalau perlu didukung dengan fakta atau alasan yang rasional (mendasar).

Oleh karena itu, berbaik sangka adalah suatu jawaban yang bijaksana sebagai seorang yang berakhlak mulia.

Kelima : bersikap realistis dan proporsional

Artinya menyelaraskan antara kebutuhan atau keinginan dengan kemampuan secara prporsional. Ada pepatah yang mengatakan jangan lebih besar pasak dari pada tiang. Besikaplah yang sedang-sedang saja , tidak boros, dan juga tidak kikir.

Keenam: gigih berusaha

Hidup sederhana adalah hidupnya orang yang gigih berusaha. Ia dapat meletakkan usahanya pada tempat sebagaimana mestinya, bukan sebagaimana di sinyalir oleh kebanyakan orang. Kesederhanaan identik dengan kurangnya spirit atau usaha. Artinya, bahwa ketika berusaha hendaknya dilakukan secara sunggguh-sungguh.

Jadi, hidup dalam kesederhanaan memang tidak se-sederhana dan semudah yang dibayangkan orang. Kendatipun demikian, setidaknya sebagai upaya mengantarkan seseorang dalam mewujudkan keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat.

 

SUMBER :

MAJALAH HIDAYAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s