BAHAYA KARTU KREDIT

HATI-HATI DENGAN KARTU KREDIT

Salah Melangkah Bisa Berakibat Dosa

Dewasa ini , kartu kredit hamper tak bisa lepas dari lifestyle (gayahidup) manusia modern.di samping bergengsi, perangkat ini dinilai lebih praktis, aman dan memudahkan akses dalam urusan transaksi. Tapi, tahukah anda bahwa transaksi melalui kartu kredit ini rentan unsur riba.bila tidak hati-hati, orang bisa terjebak dalan kubangan dosa. Bagaimana agama melihat fenomena seperti ini ?

Kartu kredit yang marak belakangan ini. Bukan lantaran konsekuensi hukum yang akan ditanggung saat menggunakan kartu ini, tapi lebih pada praktis dan efisiensi transaksi mengguna kartu ini . mungkin banyak orang islam sudah mengetahuinya , termasuk manfaat dan segala resiko nya yang akan ditanggung ketika telat melunasinya. Bayangkan, bila kita tidak punya uang untuk membeli/membayar barang, tapi kita bisa memilikinya dengan pembayaran melalui kartu kredit.

Banyak orang tak berfikir terhadap konsekuensi diatas , karena pikiran nya telah terjejali dengan berbagai kemudahan menggunakan kartu kredityang kenyataanya justru mendorong orang lebih konsumtif.padahal sesungguhnya bisa menimbulkan masalah serius bila pembayaran tak sesuai dengan tempo yang diberikan.

Kartu kredit dan kelebihan nya

Mengapa kartu kredit diminati oleh banyak orang? Setidaknya ada tiga alasan. Pertama, soal keamanan.seseorang tidak perlu membawa uang cash kemana-mana, cukup membawa sebuah kartu kredit saja , ia bisa melakukan transaksi pembelian di tempat-tempat khusus yang kini sudah menjamur di Indonesia dan belahan dunia.ditambah lagi orang tidakperlu khawatir dicopet, dicuri,atau kehilangan uang tunai.bahkan bila kartu kredit hilang, orang cukup menhubungi penerbit kartu itu dan kartu tersebut akan segera diblokir.

Kedua, lebih praktis. Membawa uang tunai apalagi dalam jumlah besar tentu sangat tidak praktis. Dengan kartu kredit , orang bisa membawa uang dalam jumlah besar hanya dalam sebuah kartu.

Ketiga. Soal akses. Beberapa took dan perusahaan tertentu hanya menerima pembayaran melalui kartu kredit. Misalnya toko online di internet yang sangat mengandalkan pembayaran dengan kartu kredit. Namun demikian, bukan berarti kartu kredit bisa dipakai di setiap tempat.untuk keperluan belanja kecildan harian, penggunaan kartu kredit tidak banyak berguna

Hukum kredit dan kartu kredit

Setelah kita tahu pengertiannya, serta keuntungannya, pertanyaan yang muncul kemudian Adalah bagaimana hukum kredit serta kartu kredit?

Mari kita perjelas lebih dulu soal kredit dalam tinjauan agama sebelum melangkah ke kartu kredit. Kredit adalah membeli barang dengan harga yang berbeda antara pembayaran dalam bentuk tunai dengan tenggang waktu. Ini dikenal dengan istilah bai’bi at-taqshid atau ba’I bi ats-tsaman’ajil. Gambaran umumnya adalah penjual dan pembeli sepakat bertransaksi atas suatu barang(x) dengan harga yang sudah dipastikan nilainya (y) dengan masa pembayaran (z) bulanan.

Dalam islam transaksi kredit seperti diatas dibolehkan dengan syarat pertama, harga harus di sepakati secara jelas di awal transaksi meski pelunasannya dilakukan kemudian.

Kedua, tidak boleh diterapkan sistem perhitungan bunga apabila pelunasannya mengalam keterlambatan sebagaimana yang sering berlaku. Ketiga, pembayaran cicilan disepakati kedua belah pihak dan tempo pembayaran dibatasi sehingga terhindar dari praktek bai’ gharar(penipuan).

Memang ada pendapat yang mengatakan, bila penjual menaikkan harga karena temponya sebagaimana yang kini biasa dilakukan oleh para pedagang yang menjual dengan kredit, maka haram hukumnya dengan dasar bahwa tambahan harga itu berhubung masalah waktu dan itu sama dengan riba .

Dengan gambaran diatas, kita tentu bisa memilah-milah dengan hati bening dan pikiran yang cerdas dan logis sebelum memutuskan untuk menggunakan perangkat kartu kredit. Jangan sampai fasilitas yang memudahkan kita berhutang justru menjadi jalan yang menjerumuskan ke dalam jurang dosa dan belitan hutang. Alangkah baiknya meyesuaikan dengan kebutuhan dan pastikan ada niat untuk membayarnya dengan tepat sesuai dengan perjanjian untuk menghindari muncuulnya bunga.

SUMBER:

MAJALAH HIDAYAH

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s