PULAU KOMODO

Taman Nasional Komodo berada di peringkat 10 besar untuk voting sementara dari ajang pemilihan 7 Keajaiban Alam versi http://www.new7wonders.com. Seperti dikutip dari situs web http://www.new7wonders.com, voting untuk New7Wonders of Nature sudah memasuki pekan terakhir. Pengumuman pemenang akan berlangsung pada 11 November 2011.

Dalam laporan disampaikan melalui situs (N7W), lima tempat di Asia masuk dalam peringkat 10 besar tersebut. Sepuluh finalis itu adalah Laut Mati (Jordania, Israel, Palestina), Grand Canyon (Amerika Serikat), Great Barrier Reef (Australia), Halong Bay (Vietnam), Jeita Grotto (Lebanon), Pulau Jeju (Korea Selatan), Pulau Komodo (Indonesia), sungai bawah tanah Puerto Princesa (Filipina), Sundarbans (Banglades, India), dan Vesuvius (Italia).

Head of Communication for New7Wonders Eamonn Fitzgerald mengatakan, 10 finalis ini merupakan hasil sementara. Komposisi ini dapat berubah sebelum penentuan tujuh keajaiban dunia buatan manusia berdasarkan jajak pendapat N7W.

“Jadi, peringkat 10 besar sementara yang kami umumkan hari ini dapat berubah. Dengan jutaan vote yang akan masuk, finalis yang sekarang tidak masuk dalam peringkat 10 sementara masih memungkinkan untuk masuk dalam 7 Keajaiban Dunia,” kata Fitzgerald, Minggu (6/11/2011).

Presiden sekaligus pendiri New7Wonders, Bernard Weber, mengatakan, masuknya lima kandidat dari Asia memperlihatkan bahwa benua ini menjadi sasaran menarik dunia.

Menanggapi hasil sementara tersebut, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mempertanyakan transparansi dari pemeringkatan tersebut.

“Kalau secara pengalaman, tidak ada itu transparansi jumlah suara. Yang masuk berapa, kami tidak tahu. Kalau peringkat sementara selalu ada, kami bisa lihat kadang komodo di nomor 2, kadang nomor 18. Itu yang kami pertanyakan saat itu. Dasarnya apa kami bisa di peringkat sementara itu, memangnya jumlah suara sudah berapa. Ini, kan, seakan-akan terserah dia saja mau peringkat berapa,” jelas Sapta kepada Kompas.com, Minggu.

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) sempat menjadi official supporting commitee sebagai pihak yang mendaftarkan Taman Nasional Komodo ke New7Wonders. Perkembangan selanjutnya,  sebagai official supporting commitee sejak Senin (7/2/2011). Kembudpar kemudian menyiapkan pengacarakarena menganggap pencabutan tersebut terjadi secara sepihak.

Tak hanya Indonesia, Maladewa sebagai salah satu finalis juga mempertanyakan transparansi jumlah suara yang masuk. Berbeda dari Indonesia, Maladewamemutuskan keluar dr ajang N7W dengan berbagai alasan, antara lain N7W meminta uang untuk berbagai kebutuhan dan juga masalah transparansi suara.

“Detailnya bisa dilihat di website kami di http://www.visitmaldives.com. Selain itu, kami juga melihat tidak ada transparansi dalam rangking hasil voting,” kata Simon Hawkins, perwakilan dari Pemerintah Maladewa, pada jumpa pers di Jakarta.

Seiring dengan maraknya polemik tentang New 7 Wonders, organisasi penyelenggara pemilihan tujuh keajaiban dunia, keberadaan Pulau Komodo juga terus menjadi perbincangan. Berbagai kalangan masyarakat menyampaikan aspirasinya tentang masalah itu, dengan berbagai cara.

Di Solo, Jawa Tengah, berbekal banner dukungan dan beragam reptil, sekelompok anak muda turun ke jalan. Merela meminta masyarakat, agar mendukung Pulau Komodo pada pemilihan itu. karena tak mungkin menggotong komodo ke tengah jalan, mereka memboyong hewan biawak.

Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, aparat pemerintah provinsi terlibat langsung dalam kampanye pemenangan Pulau Komodo. Para pegawai pemda bersama-sama mengirimkan dukungan melalui pesan pendek (SMS) ke nomor 9818.

Di Subang, Jawa Barat, himbauan untuk mendukung melalui SMS disampaikan lewat upacara bendera di sebuah sekolah. Maka, para siswa pun beramai-ramai mengirimkan dukungannya.

“SMS dukungan untuk Komodo di atas seratus juta suara. Dalam sehari, rata-rata bisa mencapai 17 juta suara,” jelas Duta Komodo Jusuf Kalla.

Sebaliknya, gerakan menolak ajang pemilihan itu juga bermunculan di tengah masyarakat. Terlebih lagi di dunia maya. Beragam alasan dikemukan, baik terkait panitia yang tidak kredibel maupun karena dianggap menyedot uang banyak sebagai tuan rumah.

“Saya kirim SMS. Buat kita, kayak krisis aja, kenapa gak bisa menang,” kata Masyur.

“Ini kan hewan langka. Ini merupakan omzet (aset, Red) buat kita dan negara asing,” kata Zaenal Abidin.

“Menurut saya, itu kan bintang langka dari zaman prasejarah. Jadi, termasuk ajaib bisa ada sampai sekarang. Dan bisa menjadi kebanggaan buat Indonesia,” kata Nadia.

Emang pantes Komodo. Kan, cuma satu-satunya di dunia, yang kadal raksasa. Saya sudah mengirimkan banyak SMS dan tidak merasa rugi. Kan cuma Rp 1 per SMS,” kata Ayub

DUKUNGAN BUAT PULAU KOMODO TETAP HARUS DISUARAKAN

“Sebagai bangsa Indonesia kami mendukung kekayaaan yang ada di Indonesia, terutama dengan terpilihnya Pulau Komodo sebagai aset budaya Indonesia. Jadi Kami tidak mau terlibat pro dan kontra sah atau tidak sahnya pemilihan itu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum PKDI Anna Maria yang mengatakan, solidaritas aksi pilih komodo sebagai bentuk dukungan moral tanpa melihat polemik yang terjadi saat ini. “Polemik kredibel atau tidak kredibelnyanya wadah yang menaungi New7Wonders, bukan ranah kami. Kami hanya mau berjuang bersama masyarakat agar komodo menjadi salah satu keajaiban dunia,” kata Anna kepada wartawan.

Anna menambahkan, keikutsertaan PKDI untuk mendukung pemilihan ini semata-mata karena Pulau Komodo salah satu keajaiban dunia milik kebanggaan bangsa Indonesia, bukan milik warga NTT, partai ataupun pihak lain. “Makanya PKDI turut serta, karena upaya apa saja yang berujung pada kebaikan, PKDI akan selalu berada di situ,” ucapnya.

Dalam aksi itu, selain membentangkan spanduk dan poster, massa juga membagi-bagikan brosur kepada para pengguna jalan dan warga sekitar. Brosur berisikan ajakan untuk mendukung komodo menjadi salah satu keajaiban dunia sebagai bentuk perjuangan bersama tanpa ada saling keberpihakan

SUMBER:

http://berita.liputan6.com/read/361447/pulau-komodo-terus-jadi-perbincangan

http://berita.liputan6.com/read/361386/dukungan-terhadap-komodo-terus-disuarakan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s