NAZARUDIN DAN PARTAI DEMOKRAT

KASUS NAZARUDIN YANG TAK KUNJUNG USAI

Nazarudin bendahara Umum Partai Demokrat, anggota Komisi III DPR RI saat ini sedang menjadi berita hangat yang mengisi media cetak maupun media elektronik. Pasalnya, Nazarudin yang diisukan terkait suap sesmenpora berpolemik dengan Ketua MK mengenai penyerahan uang oleh Nazarudin kepada Sekjen MK Janedri pada  bulan September  yang lalu sebesar 120 ribu dollar Singapura.

Berita dugaan suap wisma atlet Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan dengan tersangka Wafid Muharram Sekretaris kementrian Pemuda dan Olah raga telah dilangsir oleh media dalam dua minggu terakhir ini. Dalam kasus ini dua anggota DPR disebut-sebut diduga terlibat yaitu Nazarudin dan Angelina Sondakh.

Penjelasan Ketua MK di Metro TV pada Minggu malam 22 Mei 2011 membuat berita mengenai kasus penyuapan ini menjadi besar dan dengan digosok-gosok oleh pihak-pihak yang tidak jelas arahnya, membuat berita ini semakin membakar. Para wartawan hukum sibuk memburu informasi mengenai hal ini, baik jurnalis kuningan maupun jurnalis seputar Monas.

Berita ini ditanggapi dengan cara yang berbeda-beda oleh masyarakat, antara lain ada yang mengatakan bahwa :

– Kasus Nazarudin versus MK merupakan pembelokan isu saja, agar orang lupa pada kasus-kasus sebelumnya.

– Nazarudin representasi wajah kader partai politik dan anggota DPR RI

– Ada kompetisi dari parpol-parpol dalam memperebutkan proyek –proyek pembangunan

– Dimungkinkan ada kapling anggaran dari APBN, dan memfungsikan anggota DPR sebagai calo anggaran

– Parpol telah menjadi bagian dari lingkaran setan korupsi di negeri ini.

– Ketua MK melakukan klarifikasi tersebut sebagai bentuk tanggung-jawab langsung dari MK untuk mengemban amanah clean governance (pemerintahan bersih) dan berwibawa, serta partisipasi aktif dalam pelaksanaannya, dalam hal ini penegakkan hukum.

Masalah suap-menyuap adalah masalah sensitif dan jelas sanksi hukumnya sehingga banyak yang tergerak untuk bicara, sekalipun masalahnya masih simpang siur dan belum jelas benar duduk persoalannya. Kesimpangsiuran suatu masalah memang paling gampang dimanfaatkan karena dalam kesimpangsiuran tersebut orang bebas mengeluarkan pendapat apapun.

Tadi malam 23/5/2001, Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat (PD) akhirnya memecat Bendahara M Nazaruddin. Langkah ini diambil karena opini yang berkembang terkait sepak terjang Nazaruddin dianggap telah menyudutkan PD (Detikdotcom).

“Ini sih direkayasa oleh seorang Amir Syamsuddin dan Andi Mallarangeng untuk menyimpangsiurkan kasus suap Kemenpora. Saya sudah tahu pemberhentian saya ini direkayasa sejak awal,” tuding Nazaruddin (detikdotcom)

“Kalau masalah etika banyak kader PD yang melakukan kesalahan etika, itu kalau perlu semua akan saya buka,” tegas Nazaruddin saat memberikan keterangan kepada detikcom, Senin (23/5/2011) malam. (detikdotcom)

“Misalnya Pak Amir beliau pengacara yang membela kasus BLBI dan beliau selalu menjual nama PD di Mahkamah Agung ini kan menyalahi etika dan dialah koruptor yang sebenarnya. Saya akan lapor ke KPK,” jelas Nazaruddin. (detikdotcom)

“Wah Pak Janedri itu yang mengatur anggaran APBN di MK lho. Saya kenal baik beliau. 3 Bulan yang lalu dia melobi saya minta agar saya melobi Menkeu agar proyek rumah dinas hakim disetujui, kan sebelumnya ditolak. Saya bilang semua sesuai mekanisme,” kata Nazaruddin kepada detikcom.

Bukan hanya Sekjen MK, Ketua MK Mahfud MD juga menjadi sasaran tembak Nazaruddin. “Termasuk Pak Mahfud juga saya punya data-datanya, ini sedikit nanti saya sampaikan ke masyarakat juga. Saya nggak mau mefitnahlah. Beliau kan pernah jadi komisaris perusahaan,” tuturnya.

Nampaknya serial Nazarudin versus Ketua MK, tidak habis sampai disini saja, cerita ini akan terus berlanjut. Bila gelap tidak mau hilang, maka lilin-lilin akan menyala dimana-mana.

Negara kita negara hukum, masalah hukum harus masuk koridor hukum, apalagi di alam keterbukaan seperti sekarang ini, dimana hukum harus dikedepankan. Untuk itu aparat penegak hukum cepat memproses setiap masalah hukum yang ada , sehingga kabar kabur dalam masyarakat tidak membuat instabilitas politik. Untuk mengungkap jelas tabir yang masih abu-abu mengenai kasus ini perlulah penegak hukum bekerja keras dan bekerja cepat.Semoga ! !

Kaligis Bantah Nazarudin Cabut Surat Kuasa

 

Tangerang, (Analisa). Pengacara OC Kaligis membantah kliennya M. Nazarudin, kasus dugaan korupsi wisma atlet di Palembang, Sumsel, telah mencabut surat kuasa dan mengalihkan kepada penasehat hukum yang lain.

“Sampai saat ini saya masih dipercaya oleh Nazarudin sebagai penasehat hukum, jadi surat kuasa belum dicabut,” kata OC Kaligis di Tangerang, Banten, Sabtu. Kaligis mengatakan masalah itu usai seminar “Moral & Ethics” di Kampus Swiss German University (SGU), di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Dalam seminar tersebut dihadiri mahasiswa dan staf pengajar perguruan tinggi SGU untuk kawasan Asia itu dengan topik “How Educators Shape The Next Generation”.

Menurut dia, pihaknya selalu menjalin komunikasi dengan Nazarudin bahkan terakhir mengirim pesan melalui telepon selular Jumat (5/8) pukul 15.43 WIB.
Menjawab pertanyaan dimana keberadaan Nazarudin saat ini, maka Kaligis enggan menjelaskan dengan alasan tertentu.

“Soal dimana Nazarudin berada, itu dia yang tahu, tapi soal komunikasi kami tetap jalan,” kata kuasa hukum mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh itu.

Namun begitu, pihaknya memahami bahwa Nazarudin mengalami kekecewaan mendalam terhadap KPK sehingga melontarkan kepada wartawan melalui wawancara televisi memanfaatkan teknologi komunikasi.

Dia mengatakan, jika Nazarudin menyampaikan masalahnya kepada pihak KPK atau anggota DPR dari Partai Demokrat serta pihak lain maka tidak akan mempercayai. Untuk itulah, kata Kaligis, bahwa kliennya menyampaikan persoalan dugaan korupsi kepada wartawan dengan harapan masyarakat mengetahui secara jernih.

Dua Cara Agar Nazaruddin Buka Mulut

VIVAnews – Indonesian Police Watch (IPW) menyebutkan ada dua teknik yang dapat dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi agar tersangka kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, angkat bicara. Bagi IPW, teknik ini dinilai ampuh membuat mantan Bendahara Umum Demokrat itu blak-blakan.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Senin 5 September 2011. Teknik pertama dengan cara ‘direct confrontation’, artinya Nazarudin dihadapkan dengan nama-nama yang disebutnya terlibat dalam kasus ini.

“Dalam ‘direct confrontation’ dapat dilakukan ‘cross examination’, misalnya dengan Angelia Sondakh atau Anas Ubaningrum,” kata Neta. Menurut Neta, bila Anas dan Angelina menyangkal dan Nazaruddin tetap bungkam, tentu hal ini akan memberatkan Nazarudin dan harus bertanggung jawab sendiri.

Cara kedua, kata Neta adalah untuk menggali pengakuan Nazarudin, penyidik polisi di KPK, dapat melakukan teknik-teknik aplikasi psikologi kognitif, seperti defleksi (penciptaan situasi sehingga tersangka merasa terpojok) atau interogasi lebih dari 20 jam.

Itu semua adalah standar yang telah dikuasai penyidik kepolisian di KPK. “Masalahnya apakah penyidik diperintahkan untuk itu, atau justru diarahkan untuk menyempitkan pengungkapan. Sehingga tidak meluas ketersangka lain, yang mungkin keterlibatan mereka lebih besar,” kata Neta.

Sebelumnya dikatakan, KPK memiliki cara sendiri untuk menggali informasi dan data-data untuk menemukan bukti-bukti korupsi dari banyak sumber dengan berbagai strategi, tidak hanya berdasarkan keterangan Nazaruddin saja.

“Bila ada pihak lain lagi yang terlibat maka KPK konsisten dalam penegakan hukum,” kata Wakil KPK, M Jasin 18 Agustus 2011 lalu.

Sementara, dua para petinggi Demokrat yang namanya pernah disebut Nazaruddin sudah membantah semua tuduhan. Termasuk Angelina Sondakh dan Anas Urabningrum. Nazaruddin sendiri masih bungkam karena permohonannya untuk pindah dari tahanan Mako Brimob belum juga dipenuhi.

Nazarudin ancam Presiden SBY lewat sms

Menurut Andi, SMS ancaman Nazaruddin tersebut berasal dari nomor luar Indonesia. Banyak pihak dipojokkan dalam isinya, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kami menilai ada yang memanfaatkan situasi. Metode penyebarluasan informasi semacam ini, adalah kelanjutan dari berbagai cara yang selama ini digunakan untuk membuat berita bohong.” jelasnya.

Bagi Andi, kemajuan teknologi memang sangat memungkinkan lahirnya informasi-informasi yang tidak sehat. Upaya ini memang kerap dilakukan melalui SMS dan berbagai situs jejaring sosial.

“Sulit dicegah tetapi sangat mungkin ditemukan pelakunya oleh aparat hukum dan oleh media massa bisa difilter karena sumber pemberitaannya yang tidak jelas, dengan isi tanpa fakta. Kejadian seperti ini bisa terkena pada siapapun. Kita berharap tradisi buruk penggunaan teknologi bukan menjadi kebudayaan kita,” pesannya.

Ancaman dari orang yang mengaku-ngaku Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.

Adapun isi SMS Nazaruddin pesan singkat gelap itu berbunyi, “Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas…”

Isi SMS gelap Nazaruddin itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. “Ini fitnah, enggak benar sama sekali,” kata Nazaruddin saat dihubungi. detik.com

Mudah-mudahan klarifikasi SMS Nazaruddin mengancam SBY Partai Demokrat ini bisa meredakan isu tidak benar seputar sms gelap nazarudin di BBM Blackberry Messenger.

Isi SMS Nazaruddin Ancam SBY, Pesan Singkat Ancaman Nazaruddin ke Petinggi Partai Demokrat, PD Partai Demokrat, SMS Nazaruddin Dikirim Dari Singapura, Sms-sms Ancaman Nazaruddin Ke SBY, SMS Nazaruddin BlackBerry Messenger BBM, Profil Nazaruddin Biodata Lengkap, Daftar Aset Kekayaan Nazaruddin, Nazzarudin, Hack BlackBerry Messenger BBM

DAFTAR PUSTAKA

http://besteasyseo.blogspot.com/2011/05/isi-sms-nazaruddin-ancam-sby-partai.html

http://nasional.vivanews.com/news/read/244664-dua-cara-agar-nazaruddin-buka-mulut

http://www.analisadaily.com/news/read/2011/08/07/7391/kaligis_bantah_nazarudin_cabut_surat_kuasa/

http://politik.kompasiana.com/2011/05/24/kasus-nazarudin-versus-ketua-mk/

http://detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s