KM 97 TOL CIPULARANG

 

ADA APA DENGAN TOL CIPULARANG

 

Berawal dari peristiwa Artis penyanyi Dang Dut Saiful Jamil mengalami kecelakaan di KM 19 Tol Cipularang yang mengakibatkan tewas sang isteri tercinta yang sedang hamil. Jalur maut Tol Cipularang yang selama ini banyak menyimpan cerita misteri tetapi juga disertai fakta geografis yang memang berbahaya.

Kejadian naas itu bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu mobil yang dikemudikan Saiful bersama istrinya Virginia serta 9 penumpang lainnya melaju menuju arah Jakarta. Secara mendadak dari samping sisi kiri tiba-tiba mendadak disalib bus.  Saiful kaget sehingga  mobil oleng menabrak pembatas jalan yang terbuat dari beton sehingga mobil terbalik dan mengalami rusak. Kecelakaan ini mengakibatkan Virginia isteri dari Saiful Jamil meninggal di lokasi kejadian.

Sementara itu Saiful Jamil hanya mengalami luka ringan dan penumpang lainnya mengalami juga sebagian mengalami luka ringan dan berat. Kendaraan sudah dievakuasi sedangkan korban sudah dibawa ke RS Etaham, Purwakarta.

 

Misteri Bus

Kasus meninggalnya Virginia Anggraeni, Istri Sapilul Jamil, di tol Cipularang, menambah koleksi cerita misteri yang telah berkembang di jalan tol yang menghubungkan Bandung dan Jakarta itu. Penyebab kecelakaan, menurut seorang
petugas TMC Polda Metro Jaya, karena sopir (Saipul Jamil) kaget karena tiba-tiba ada sebuah bus menyalip dari arah sebelah kiri.  Saat ini polisi terus berusaha mendapatkan data soal bus  tersebut tetapi tetap misteri karena belum didapatkan.

Cerita kendaraan misterius yang kerap mengganggu  pengguna jalan tol Cipularang itu, sebelumnya telah sering beredar. Kumpulan  kisah keangkeran jalan tol ini banyak diungkapkan di media online meski kebenarannya belum dapat dipastikan.

Cerita setelah waduk Jatiluhur dari  arah Bandung. Ada mobil misterius ngedim-ngedim. Pengalaman seorang pengendara perjalanan ke Jakarta lewat Cipularang malam hari. Saat itu di jalur  kanan, tiba-tiba dari belakang ada mobil ngedim-ngedim. Setelah itu pengendara minggir  ke kiri memberi jalan. Tetapi mobil itu ikutan ke kiri juga sambil tetap  ngedim-ngedim. Karena kesal, pengendara tancap gas, eh mobil itu ikut-ikutan
berlari kencang juga. Tetep dia masih ngedim-ngedim juga. Karena kesal di kasihdim melulu, pengendara intip  dari spion tengah itu mobil apa sih? Sehabis ngintip spion tengah, pengendara terus lihat jalan di depan, sudah ada buntut truk tinggal beberapa ratus meter lagi. Kaget, pengendara rem habis. Untung tidak terguling. Setelah ngerem, pengendara intip spion tengah, ternyata mobil tadi sudah nggak ada lagi. Pengendara lalu  salip truk, ternyata kendaran yang ada cuman mobil saya sama truk tadi. Di depan gelap nggak ada mobil sama sekali. Banyak cerita misteri dan aneh di 68-72, Pak. Sebaiknya di KM ini lebih berhati-hati dan
jangan sampai pikiran kosong.

Namun beberapa orang berpendapat lain, di daerah tersebut jalanan semakin turun dan tajam disertai tiupan angin yang keras. Sehingga bila pengemdui tidak konsentrasi dan awas akan beresiko terjadi kecelakaan.

 

Misteri Penampakan

Setelah kejadian tragis kecelakaan lalu lintas itu, di media online beredar sejumlah foto yang merekam kengerian kecelakaan lalu lintas. Sejumlah foto hantu jenazah istri saipul jamil berlumuran darah, foto bangkai mobil bayangan istri saipul jamil.

Beberapa ahli multimedia mengatakan memang foto tersebut menyerupai seperti ada kepala dan berkerudung.  Tetapi akibat efek sudut pengambilan gambar. Karena sudutnya seperti itu maka jadi terlihat gambar seperti itu. Adanya bayangan yang menyerupai kerudung dalam gambar tersebut karena adanya efek window deflector. “Suka ada mobil-mobil yang kacanya menggunakan plastik kecil, tujuannya agar saat kaca dibuka angin tidak masuk. Bila diperhatikan mobil yang dipakai Saipul memakai benda tersebut. Sedangkan adanya gambar yang seperti menyerupai gambar itu dikarenakan adanya benda yang tergantung di sandaran kepala di mobil. Benda itu terlihat seperti wajah padahal itu sandaran kepala.

Saipul sendiri tidak mau mengomentarui lebih jauh dengan kabar soal penampakan di mobilnya yang sedang ramai dibicarakan di media online tersebut. Dia tak ingin masalah terebut dibesar-besarkan

Geografis

Adanya dua kecelakaan dalam waktu berdekatan, yang mengakibatkan tujuh nyawa melayang, menunjukkan ada sesuatu yang salah di ruas tol Cipularang, terutama di Purbaleunyi. Lembaga perlindungan konsumen itu menilai, perlu ada audit total untuk menguji kelaikan jalan tol. Sebaiknya jangan terburu-buru menyalahkan pengguna jalan. Tidak mungkin ada kejadian berulang kalau tidak ada yang salah dari sisi teknis. Lokasi itu harus diaudit, apakah sudah memenuhi standar kelaikan ideal atau sebaliknya?” Audit itu bisa dilakukan terhadap desain jalan tol, kontur tanah, atau penataan rambu lalu lintas. Petugas Jasa Marga mengatakan bahwa rambu lalu lintas di Cipularang sudah sangat baik. Semua rambu sudah terpampang jelas.  Ada peringatan turunan panjang, jalur pendakian, awas belokan, kabut, angin samping, sampai awas jaga jarak. Kondisi penerangan jalan ketika kecelakaan berlangsung sekitar pukul 04.00 sampai 05.00, di mana Matahari belum bersinar terang. Dia menjelaskan, di sepanjang jalan tol Cipularang terdapat 30 tiang listrik besar yang masing-masing tiangnya memiliki penerangan 1.000 watt. Tidak hanya itu, ada 370 titik penerangan jalan umum yang menggunakan PLN maupun tenaga matahari. Di KM 92, tak jauh dari lokasi kejadian ada tiang listrik 1.000 watt. Seluruh pengguna jalan harus mematuhi imbauan dan rambu-rambu lalu lintas. Bila kondisi sopir mengantuk atau kurang fit sebaiknya langsung istirahat. Untuk kesekian kalinya, Iwan membantah, tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan Saipul Jamil dan Isuzu Elf, merupakan jalur rawan. Kecelakaan yang terjadi, lanjutnya, kebanyakan karena faktor kesalahan manusia.

Sepintas tentang tol cipularang

Liputan6.com, Jakarta: Tingginya angka kecelakaan selama musim mudik 2011 menjadi perhatian pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan. Kecelakaan selama musim mudik dan balik salah satunya menimpa penyanyi dangdut Saipul Jamil yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia di Tol Cipularang.

Tol Cipularang jadi momok bagi siapa yang melintas di jalur Jakarta-Bandung ini. Apalagi sejak maut merenggut nyawa Virginia Anggraeni istri Saipul Jamil di KM 97 disusul kecelakaan tragis di KM 93 yang mengakibatkan enam tewas. Publik pun bertanya-tanya, ada apa dengan Tol Cipularang.

Belakangan Saipul Jamil ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap telah melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang kelalaian pengemudi yang mengakibatkan kecelakaan. Penetapan tersangka Saipul tentu jadi beban moral tersendiri bagi sang artis yang ditinggalkan istri yang baru dinikahi enam bulan.

Namun banyak pihak menduga tak hanya faktor human error. Kondisi infrastruktur Cipularang patut dipertanyakan, salah satunya kountur jalan yang berkelok dan faktor angin. Demi mengurangi kemungkinan kecelakaan di Cipularang, Departemen Perhubungan akan memperbaiki sarana dan rambu jalan.

Ritual mudik memang sudah menjadi tradisi tahunan yang tak terhindarkan. Hampir seluruh moda transportasi darat dipastikan penuh dengan pemudik. Meski sudah menjadi tradisi, pemerintah tampak tak cukup sigap menghadapi berbagai persoalan seputar mudik khususnya menekan angka kecelakaan.

Data kecelakaan mudik 2011 dari Polri mencatat adanya kenaikan signifikan terhadap angka kecelakaan yakni 30,58 persen. Dan terbesar kasus kecelakaan dialami pengendara sepeda motor. Data juga menunjukkan adanya penurunan jumlah penumpang untuk moda transportasi darat seperti kereta api dan bus.

Ini membuktikan pemudik nyatanya lebih senang untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang ke kampung halamannya. Sarana angkutan massal yang belum memadai dan tidak bisa memberikan rasa nyaman diduga jadi penyebabnya. Penyedia jasa angkutan umum diminta memberikan kenyamanan bagi pelanggannya

Antisipasi menghindari kecelakaan

JAKARTA – Beberapa kecelakaan maut yang terjadi di tol Cipularang, Jabar, mengundang simpati begitu besar dari sebagian besar masyarakat. Opini pun berkembang mulai dari bahasan human error, sisik melik teknis sampai yang berbau mistis.

Uniknya, menggali kembali unsur dasar berkendara ternyata bisa sedikit membuka wawasan akan sisi safety. “Ibarat membaca buku, banyak yang enggan membaca pengantar. Ingin langsung lihat isi atau kesimpulan. Begitu juga berkendara,” bilang Taqwa Suryoswasono, tuner dan pemilik bengkel Garden Speed yang gape soal setting suspensi ini.

Pengendalian sangat lekat dengan sistem suspensi mobil. Untuk itu, Mohammad Adhitya, ST, MSc, asisten waka dept. bidang non akademik Fakultas Teknik Universitas Indonesia meninjau sektor suspensi seperti per dan sokbreker. Melalui email, pria yang berada di Jerman untuk studi S3 ini menyebut suspensi penting untuk membuat mobil mencengkeram jalan. Hal ini juga tertuang dalam tulisan lepasnya pada http://www.kompasiana.com/ditto.

Beberapa aspek teknis berikut ini bisa jadi sedikit panduan untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan. Terutama dalam kondisi seperti pada tol Cipularang.

Beban
Sangat krusial untuk menilik kembali beban maksimum yang mampu diusung mobil. Misalnya, buat Avanza bisa Anda telisik pada halaman 23. Pada mobil lain, yuk kita buka lagi panduan manual masing-masing.

Intinya, beban berlebih bisa bikin karakter suspensi berubah. Misalnya kondisi per. “Per mobil itu bersifat progresif. Ditekan sekian bisa punya spring rate berbeda kalau ditekan lebih dalam,” papar Taqwa. Bisa saja spring rate jadi lebih keras. Sehingga daya pantulnya lebih kuat. Belum lagi kemungkinan per mentok stopper kalau beban berlebih. Dengan suspensi mentok stopper, pantulan suspensi mobil pasti lebih menggila.

Sementara sokbreker relatif punya nilai linear. Maksudnya ditekan sedikit bisa sama kekuatannya dengan ditekan dalam. “Namun bisa saja kalau ditekan dalam, sudah di luar batas kemampuan maksimum

Rem
Pengurang laju kerap dinomorduakan. Padahal kondisinya bisa dilihat sesuai kondisi mobil. “Kendaraan bertenaga kecil, biasanya remnya juga berkapasitas kerja kecil. Kalau berbeban mobil berat, ditambah jalan menurun pasti akan bekerja esktra keras,” papar Adhit yang mengambil spesialiasi suspensi dalam studinya.

Jadi, dengan beban penuh, pengemudi harus ekstra waspada. Terlebih menghadapi jalan menurun dan berbelok. Lebih baik berkendara pada kecepatan lebih rendah, bukan?nya,” lanjut ayah dua anak ini. Sehingga pantulan per yang lebih kuat tadi jadi tambah tidak teredam.

Padahal sokbreker bertugas menjaga roda mengikuti kontur jalan. “Ban akan terpental pental dari permukaan jalan yang menyebabkan berkurangnya gigitan ban terhadap jalan,” tambah Adhit, sapaan karib Mohammad Adhitya. Pengendalian jadi lebih liar. Jadi, kontrol beban maksimum mobil agar pengendalian tetap prima.

Ban kurang angin mengurangi traksi

Ban
Karet hitam ini juga terpengaruh beban. Dinding ban bisa menekuk lebih banyak kalau diberi beban lebih. “Sehingga bisa lebih banyak flexing (terlipat, Red),” imbuh Taqwa. Hal ini bisa menimbulkan goyangan mobil lebih kuat.

Parahnya, efek yang dirasakan pengemudi, mobil lebih limbung. Hal ini memicu pengemudi untuk mengoreksi arah setir. Sebaiknya justru setir dipegang lebih kuat untuk tetap lurus. Karena kalau dikoreksi justru bikin bodi lebih limbung lagi ke arah berlawanan. Ini dia efek balik yang berbahaya kan?
Cek kondisi ban, terutama tekanan angin. “Samakan dengan beban kendaraan sesuai standar pabrik. Tekanan angin lebih tinggi akan lebih baik daripada kurang,” cetus Adhit.

Angin
Tiupan angin samping (cross wind) juga bisa terjadi di Cipularang. Angin terasa lebih keras buat mobil berpenampang besar seperti MPV ketimbang sedan. Misal angin dari kiri, mobil akan terasa terdorong ke kanan.

Otomatis pengemudi berusaha menahan setir ke kiri. “Hal ini akan menimbulkan gaya sentrifugal ke kanan dan mobil berisiko terguling,” ulas Adhit. Hal ini akan diperparah kalau mobil membawa beban berat, terutama di atap. Karena titik center gravity mobil berubah lebih tinggi.

Jadi, kontrol barang bawaan dan tetap kurangi kecepatan untuk mengurangi efek cross wind. Keep safety driving!

Kontur Jalan
Permukaan tol Cipularang tergolong bergelombang. Hal ini memicu suspensi bekerja keras dan relatif mengurangi cengkeraman ban pada jalan. “Semakin tinggi kecepatan kendaraan, maka akan semakin besar kemungkinan ban kehilangan gigitan ke permukaan jalan yang menyebabkan kendaraan akan sukar dikendalikan,” saran Adhit.

Lagi-lagi, kembali pada dasar bahwa mobil harus mencengkeram jalan dengan baik. Kontur jalan bergelombang pun sebaiknya dilintasi dengan kecepatan lebih rendah ketimbang jalan aspal yang mulus. Pantau terus kecepatan dan jangan melebihi batas maksimum yang diperbolehkan

Daftar pusptaka

http://mobil.otomotifnet.com/read/2011/09/20/323503/43/7/Sisi-Teknis-Tragedi-Cipularang-Back-To-Basic

 

http://berita.liputan6.com/read/352719/ada-apa-dengan-tol-cipularang

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s