KEBAKARAN DI TAMBORA

Peristiwa kebakaran di pemukiman padat penduduk

Kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Jalan Jembatan 2 Barat, Gang Tanggul Baru RT 02/10, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat

 

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, kabarnya api bersumber dari rumah wakil pak RW Suwito,” ucap salah satu warga kepada wartawan KabarBekasi.com yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi kejadian, Jumat (9/9/2011).

Penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan, seperti yang diutarakan Kepala Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Endang Khaerudin. “Ada sekitar 50 rumah, penyebab belum diketahui,” tandasnya.Hingga saat ini pemadam kebakaran dan warga masih berupaya memadamkan api

Seperti diketahui, sebelumnya juga terjadi peristiwa kebakaran pada Kamis (1/9/2011) siang kemarin ini menyebabkan 325 rumah ludes terbakar di RW 07, tepatnya di RT 01,02,03,04,05,06,07, dan satu rumah di RT 13. Saat kebakaran terjadi, empat orang di lokasi kebakaran terluka, yaitu dua warga sekitar bernama Kunto (30) dan Hendi (25) serta dua petugas pemadam kebakaran bernama Mahmudin (35) dan Ponco (30), yang mengalami luka bakar ringan hingga keempatnya harus dilarikan ke RS Sumber Waras untuk menjalani perawatan.

Meluasnya Kebakaran Tambora karena Air untuk Pemadaman Seret

Jebolnya pintu air di Kalimalang memang berimbas luas. Salah satunya adalah meluasnya wilayah yang terbakar di kawasan padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat.

Informasi yang dikumpulkan dari warga RT 07/07 Keluarahan Angke, Kecamatan Tambora, warga kesulitan mendapatkan air untuk bisa memadamkan api. Sebagian warga pun menduga ini akibat dari kejadian di Kalimalang.

“Iya gara-gara pintu air jebol di Kalimalang. Dari kemarin seret air. Untuk pemadaman kemarin hanya menggunakan air got saja. Kita siram pakai ember, ya susah. Kebakarannya udah gede,” keluh salah satu warga, Lukman, (2/9/2011).

Ketua RT 07, Atjar Hasim menjelaskan, sejak Kamis (2/9) kemarin, kawasan ini kesulitan mendapatkan air. Atjar sendiri engga menduga-duga penyebab seretnya air.

“Nggak ngerti saya. Yang jelas dari kemaren sama sekali nggak ada aliran PAM,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menampik hal tersebut. Ia menduga, sulitnya petugas untuk bisa masuk ke kawasan padat ini menjadi salah satu faktor membesarnya kebakaran.

“Di kecamatan ada hydrant. Tapi namanya juga kawasan seperti ini, biar pemadam kebakaran datang 10 menit juga mereka susah untuk masuk,” tutupnya.

Tambora Waspadai Kebakaran

Kebakaran  pada 9 September 2011 terjadi di RT03/RW010 Kelurahan Angke menghanguskan 80 bangunan rumah penduduik. Penyebab terjadinya musibah itu juga karena hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah Pengurus RW 010 . Kebakaran yang mulai terjadi pada sekitar pk. 15.00 itu dapat dipadamkan secara total satu setengah jam kemudian oleh 24 unit mobil pemadam kebakaran.

Wilayah Kecamatan Tambora yang terdiri dari  11 kelurahan  yakni Tambora, Duri Utara, Duri Selatan, Pekojan, Tanah Sereal, Krendang, Jembatan Lima, Jembatan Besi, Roa Malaka, Jembatan Lima, dan Kalianyar merupakan wilayah terpadat penduduk di DKI Jakarta bahkan terpadat se Asia Tenggara dengan  luas  arealnya mencapai 542,09 hektar  dihuni sebanyak 51.452 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 218.965 jiwa..

Penyebab utama terjadinya musibah kebakaran di wilayah Kecamatan Tambora dan wilayah kecamatan lain di Jakarta Barat yakni akibat hubungan arus pendek listrik. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Camat Tambora bersama Pemkot Jakarta Barat yang bekerjasama dengan pihak PLN untuk melakukan sweeping listrik, kata Ali Maulana Wakil Camat Tambora, Jum,at (9/9)..

Ali Maulana, Wakil Camat Tambora mengatakan  pihaknya tahun lalu pernah mengundang seluruh Ketua RW se Kecamatan Tambora untuk diberi pengarahan tentang upaya mengatasi terjadinya kebakaran di Kecam,atran Tambora, salah satunya dengan cara sweeping listrik. ..

Menurut Ali, pengarahan terhadap seluruh Ketua RW di Kecamatan Tambora itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan pihak Kecamatan untuk mengantisipasi musibah yang sering terjadi di wilayah itu.

Sesuai pengarahan dari Walikota Jakarta Barat  pihak Kecamatan bekerjasama dengan PLN secara bergiliran di setiap wilayah kelurahan terutama di permukiman padat dilakukan sweeping listrik. Hasilnya memang ada, jumlah kebakaran menurun dibandingkan dengan ketika belum dilakukan sweeping listrik. “ Korsluiting listrik memang merupakan penyebab utama terjadinya kebakaran di wilayah Kecamatan Tambora yang padat penduduk itu. Karena itu sweeping listrik terus digalakkan,” kata Ali..

Pihak kecamatan, kata Ali tetap bertekad akan terus melakukan sweeping listrik dan melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran termasuk antisipasi terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh tabung gas atau kompor gas yang meledak.

Menurut Ali, penataan bangunan terutama di wilayah kelurahan yang padat penduduknya memang sangat diperlukan.. Harus tidak ada lagi saluran air yang tertutup bangunan, ujarnya.

Pihak Kecamatan, kata Ali meminta kepada Lurah, para Pengurus RW dan RT di wilayah Kecamatan Tambora untuk tetap siaga mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran. “Musibah kebakaran tak dapat diperkirakan datangnya, karena itu siaga dan berupaya menjadi kewajiban kita untuk mencegah agar musibah itu tidak terjadi,” ujarnya.

Bahkan sepekan menjelang Ramadhan 1432 H tepatrnya pada 24 Juli 2011 pihak Kecamatan Tambora mengadakan istighosah berlangsung di tanggul Banjir Kanal Kelurahan Kalianyar dan Jembatan Besi  yang diikuti ribuan warga dari 11 Kelurahan di Kecamatan Tambora dan dihadiri Walikota Jakarta Barat H. Burhanuddin. “Melalui istigosah ini mudah-mudahan Allah dapat mengabulkan doa warga Tambora dan menjauhkannya dari berbagai musibah terutama kebakaran.“ kata Walikota Jakarta Barat, H. Burhanuddin pada acara istighozsah itu. .

Istighosah yang berlangsung khidmat  tersebut diikuti pula tokoh masyarakat, pemuda, organisasi agama,  petugas Polsek dan Koramil , Ketua MUI Kecamatan Tambora Ustadz Rosikh Santika. .

Data di Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat, sejak tahun 2005 hingga Juli tahun ini tercatat sebanyak 151 kali kasus kebakaran terjadi di Kecamatan Tambora. Rinciannya, 28 kasus kebakaran di tahun 2005, 25 kasus terjadi di tahun 2006, 26 kasus di tahun 2007, 27 kasus di tahun 2008, 21 kasus di tahun 2009 10 kasus di tahun 2010 dan 14 kasus sejak Januari hingga Juli tahun ini. Ironisnya lagi, sejak tahun 2005, kebakaran lebih banyak disebabkan oleh arus pendek listrik, telah menyebabkan  13 orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya menderita luka-luka.

Endang Chaerudin, Kepala Sudin Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat mengatakan untuk menanggulangi musibah kebakaran tidak hanya menjadi tugas Sudin Pemadam Kebakaran namun juga dukungan dari masyarakat. Masyarakat hendaknya juga waspada dan tetap menjaga seminimal mungkin terjadinya kebakaran terutama yang terjadi akibat hubungan arus pendek listrik.

Menurut Chaerudin , selama bulan Puasa tahun ini di Jakarta Barat tercatat sebanyak 41 peristiwa kebakaran meningkat dibandingkan dengan  periode yang sama  selama Ramadhan tahun lalu sebanyak 25 peristiwa.. “Menghadapi musim kemarau masyarakat diharapkan lebih waspada karena biasanya pada musim kemarau karena suhu udara tinggi maka peristiwa kebakaran meningkat,” ujarnya.

Daftar pustaka

http://www.kabarbekasi.com/nasional/pemukiman-padat-penduduk-di-tambora-kembali-dilalap-api/

http://www.detiknews.com/read/2011/09/02/131659/1714636/10/meluasnya-kebakaran-tambora-karena-air-untuk-pemadaman-seret

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s